Sebelum menjadi sebuah asosiasi nasional, AOSI adalah sebuah percakapan — di antara para online seller yang setiap hari menghadapi tantangan yang serupa. Inilah perjalanan bagaimana kegelisahan bersama itu tumbuh menjadi Asosiasi Online Seller Indonesia.
April 2019
Berawal dari Komunitas DIMENSI
Cerita AOSI bermula di sebuah grup Telegram bernama DIMENSI — Digital Marketing Enthusiast Indonesia, sebuah komunitas yang lahir pada April 2019. Grup ini adalah ruang berbagi seputar bisnis online dengan sekitar 8.000 anggota, yang sebagian besar merupakan pemula dan pelaku UKM yang baru belajar memasarkan produk mereka secara digital.
Di ruang itu, satu pola terlihat jelas. Pertanyaan dan keluhan yang muncul hampir selalu berputar pada persoalan yang sama: tantangan berjualan di marketplace, sengketa COD, perubahan kebijakan platform, hingga gempuran barang impor murah yang menekan pelaku usaha lokal. Masalahnya nyata, berulang, dan dialami banyak orang sekaligus — namun belum ada wadah yang bisa menyuarakannya secara bersama.
Salah satu kopi darat komunitas DIMENSI — cikal bakal lahirnya AOSI.Desember 2024
Diskusi di Padang Bersama Wakil Menteri UMKM
Kegelisahan itu mendorong teman-teman DIMENSI mencari jalan keluar. Mereka berdiskusi dengan salah satu senior pebisnis online Indonesia, Bapak Wientor Rah Mada.
Bapak Wientor kemudian membantu menjembatani komunitas DIMENSI dengan Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Bapak Helvi Moraza. Pada Desember 2024, di sela kunjungan kerja Wakil Menteri ke Padang, Sumatera Barat, Founder DIMENSI — Menhefari — berkesempatan berdiskusi langsung dengan beliau.
Dari pertemuan itu muncul satu arahan penting: para online seller disarankan untuk membentuk sebuah asosiasi — agar memiliki satu suara, dan agar koordinasi serta penyampaian aspirasi menjadi lebih mudah dan terstruktur. Arahan itu dibawa pulang, didiskusikan secara matang, dan menghasilkan satu kesepakatan bersama: membentuk asosiasi resmi bagi online seller Indonesia.
Diskusi para seller online di Padang, Sumatera Barat — Desember 2024.Februari 2025
Menyampaikan Niat di Kantor Kementerian UMKM
Pada Februari 2025, perwakilan komunitas DIMENSI kembali menemui Wakil Menteri UMKM — kali ini di kantor Kementerian UMKM Republik Indonesia, Jakarta. Maksud kedatangan mereka jelas: menyampaikan secara resmi niat untuk membentuk asosiasi online seller.
Niat itu disambut baik dan disetujui — sebuah dukungan penting yang menegaskan bahwa langkah ini berjalan di jalur yang tepat.
Pertemuan di kantor Kementerian UMKM Republik Indonesia, Jakarta — Februari 2025.
Para Penggagas
Mereka yang Hadir Hari Itu
Pertemuan di kantor Kementerian UMKM hari itu mempertemukan perwakilan seller dari berbagai penjuru Indonesia, difasilitasi oleh Kementerian UMKM.
Fasilitator
Wientor Rah Mada
Temmy SatyaDeputi Bidang Usaha Kecil — Kementerian UMKM RI
Perwakilan Seller — Komunitas DIMENSI
MenhefariFounder DIMENSI
AfrinoJakarta
Husnul YaqinJawa Timur
IrsyadYogyakarta
Adi SuhendraDepok
Lukas AtmodjoSalatiga
Jemmy WinterbergKalimantan Tengah
Kristening NatalinaKalimantan Tengah
RishandaSumatera Selatan
Amrul AsofaBekasi
Iman HartaniBogor
Raka AdhitamaKalimantan Timur
Indra Januar SiregarSumatera Utara
Ade SuhendriBogor
Ari PerwataBali
Gio JihandaBanten
Adriel EdgardSulawesi Selatan
Foto bersama para penggagas AOSI di kantor Kementerian UMKM RI, Jakarta.
12 Februari 2026
AOSI Resmi Berdiri
Setelah hampir satu tahun proses persiapan dan pengurusan legalitas, pada 12 Februari 2026 Asosiasi Online Seller Indonesia (AOSI) resmi berdiri sebagai badan hukum.
Nomor Pengesahan Badan HukumAHU-000436.AH.01.07.TAHUN 2026
Apa yang berawal dari percakapan di sebuah grup Telegram kini telah menjadi organisasi nasional — wadah resmi yang menyatukan suara online seller Indonesia dari berbagai daerah. AOSI melanjutkan semangat yang sama dengan yang melatarbelakangi kelahirannya: memastikan setiap online seller Indonesia tidak berjalan sendirian.